1. Analisis
kualitatif
Secara kasat mata logam Hg dapat diidentifikasi berdasarkan kenampakannya.
Logam Hg berbentuk cair mengkilat, bentuk tersebutlah yang membedakannya
berbeda dari logam yang lain. Dalam bentuk senyawa padatannya, Hg dapat
didentifikasi melalui pemanasan. Pada pemanasan padatan yang mengandung unsur
Hg maka akan dihasilkan sublimat putih. Hal ini dikarenakan Hg mudah menguap.
Sedangkan dalam bentuk larutannya, Hg membentuk dua jenis kation yaitu Hg+ dan Hg2+. Cara identifikasi kualitatif kedua kation tersebut berbeda satu sama lain.
Sedangkan dalam bentuk larutannya, Hg membentuk dua jenis kation yaitu Hg+ dan Hg2+. Cara identifikasi kualitatif kedua kation tersebut berbeda satu sama lain.
a.
merkurium (I)
Larutan yang mengandung merkurium (I) akan memberikan endapan putih apabila
direaksikan dengan HCl encer. Endapan putih tersebut kemungkinan adalah Hg2Cl2,
AgCl dan/atau PbCl2. Oleh karena itu, perlu dilakukan
pemisahan lebih lanjut. PbCl2 larut dalam air mendidih sehingga bisa
dipisahkan melalui pemanasan. Residu yang dihasilkan kemudian direaksikan
dengan larutan NH3 encer panas. Jika terdapat residu berwarna hitam
maka larutan tersebut mengandung merkurium (I) atau Hg+
b.
merkurium (II)
Filtrat dari hasil penambahan HCl encer ditambahkan dengan larutan H2O2
3%. Kemudian konsentrasi HCl disesuaikan hingga 0,3M. Lalu dipanaskan sampai
mendidih dan dijenuhi dengan larutan H2S. Jika muncul endapan,
kemungkinan terdapat merkurium (II) dalam bentuk senyawa HgS
2. Analisis
kuantitatif
Analisis kuantitatif Hg biasanya digunakan untuk mengidentifikasi pencemaran Hg
di suatu lingkungan. Jika sampel berupa makhluk hidup, misalnya kerang maka
sampel tersebut harus dihancurkan terlebih dahulu lalu dilarutkan. Untuk
mengukur kadar Hg dapat menggunakan instrumen Atomic Atom Spectroscopy (AAS).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar