Malam ini saya membuat tulisan ini akibat dari
kemalasan saya dalam seminggu ini. Biasanya, di penghujung weekend ini
hampir banyak orang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dan rileks.
Namun, saya malah berkutat didepan laptop untuk
mengerjakan banyak tugas dan dedlinenya minggu ini. Ya! besok saya harus
menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Ada lima mata kuliah yang saya harus
kerjakan tugas-tugasnya yaitu laporan praktikum, buku, dan makalah-makalah yang
menumpuk, tugas dari jurusan saya itu tidak ada habisnya seperti istilah “Mati
Satu Tumbuh Seribu”, tugas dari kepanitiaan dan tugas saya untuk besok adalah membuat
proposal. *Eng-ing-eng* Dan saya masih cukup berleha-leha untuk semua itu.
Memang jadwal kuliah saya sangat banyak, terlebih saya
mengikuti banyak kegiatan dikampus. Sampai saat ini saya masih bisa survive
atas segala macam kegiatan yang saya ikuti. Saya harus tanggung jawab atas
semua itu dan juga nilai-nilai mata kuliah saya. Saya berharap mendapatkan
hasil yang memuaskan di akhir semester nanti sebagai hasil evaluasi terhadap
diri saya. Banyak orang yang sering ketakutan tidak bisa membagi waktu antara
kuliah dan kegiatan-kegiatan dikampus dan/atau diluar kampus. Mereka yang tidak
bisa mendapatkan IP yang mereka inginkan akhirnya menyalahkan kegiatan-kegiatan
yang mereka ikuti. Mereka men-judge kalau kegiatanlah yang membuat IP
mereka tidak bisa seperti apa yang mereka harapkan. Menurutku kalau sebenarnya
yang membuat IP tidak semaksimal yang kita harapkan bukan dari pengaruh berapa
banyak jumlah kegiatan yang diikuti tapi berapa tinggikah tingkat kemalasan
kita untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Kita mempunyai waktu 24 jam dimana
kalau kita bisa membagi waktunya dengan benar, apapun kegiatan yang kita
lakukan bisa optimal. Saya pun berpikir sedemikian rupa. Teman saya yang tidak
memiliki waktu sepadat kegiatan yang saya ikuti hampir setiap hari tidur jam 1
pagi.
Namun, saya yang memiliki jadwal kuliah dan kegiatan
yang padat masih bisa tidur jam 8 malam atau misalkan baru pulang jam 10 malam atau
mengerjakan tugas ya jam 11 malamnya saya sudah tidur dan bangun jam 5 pagi.
Untuk tugas-tugas saya memiliki waktu sendiri untuk mengerjakannya seharian
nonstop. Malah waktu bermain yang saya punya dengan teman saya yang hanya
kuliah pulang masih banyakan saya karena saya mengerjakan semua kegiatan yang
saya lakukan dengan senang hati jadi tidak ada perasaan tertekan. Mengeluh sih
pernah tapi tetap progress jalan terus. Memang resiko untuk aktif dalam
berbagai hal membutuhkan pengorbanan. Kalau saya pribadi Cuma dua pilihannya,
korbankan waktu tidur atau waktu main karena saya tidak akan mengorbankan
kuliah atau kegiatan-kegiatan saya. Kalau kamu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar