1.
Apa
definisi ?
-
Analisa Risiko adalah perkiraan kuantitatif dengan teknik
matematik menggabungkan konsekuensi dan frekuensi insiden selain itu analisa risiko adalah kegiatan
analisa suatu risiko dengan cara menentukan besarnya kemungkinan/probability
dan tingkat keparahan dari akibat/consequences suatu risiko
-
Penilaian Risiko adalah metode-metode pelaksanaan untuk menganalisa tingkat Risiko, mempertimbangkan dan
mengevaluasi apakah sumber bahaya itu dapat dikendalikan secara memadai serta
mengambil langkah-langkah yang tepat.
2.
Bagaimana
tahapan menejemen risiko ?
a. Pemantapan
Konteks
·
Konteks
Strategik : Assessment Internal dan
eksternal unit
·
Konteks
Organisasi : Assessment Thd Manajemen
& Organisasi
- Manajemen
melibatkan dalam pengambilan keputusan
- Terkait
dengan kebijakan organisasi secara keseluruhan
- Terkait
dengan alokasi sumber daya (personil, finansial, dll)
·
Konteks
Pengelolaan Risiko : Assessment Terhadap ruang lingkup yg lebih besar s/d
pemerintah
b. Identifikasi
Bahaya
Identifikasi risiko adalah kegiatan mengidentifikasi
semua risiko usaha yang dihadapi, baik risiko yang bersifat spekulatif maupun
risiko yang sifatnya murni. Identifikasi risiko dilakukan untuk
mengidentifikasi risiko-risiko apa saja yang dihadapi oleh suatu organisasi.
Segala informasi yang berkenaan dengan usaha dikumpulkan kemudian dianalisis,
bagian-bagian mana yang sekiranya akan muncul sebagai penyebab kemungkinan
terjadinya suatu kerugian.
c.
Analisa dan penilaian risiko
Peluang
(Probability)
Yaitu
kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan/kerugian ketika terpapar dengan suatu
bahaya
·
Peluang
orang jatuh karena melewati jalan licin
·
Peluang
untuk tertusuk jarum
·
Peluang
tersengat listrik
·
Peluang
supir menabrak
Akibat
(Consequences)
Yaitu
tingkat keparahan/kerugian yang mungkin terjadi dari suatu kecelakaan/loss
akibat bahaya yang ada. Hal ini bisa terkait dengan manusia, properti,
lingkungan, dll
Contoh :
·
Fatality
atau kematian
·
Cacat
·
Perawatan
medis
·
P3K
d.
Pengendalian risiko
·
Berdasarkan
hasil penilaian risiko, maka harus didefinisikan apakah risiko tetap dapat
diterima oleh organisasi
·
Ketika
resiko tetap tidak dapat diterima, maka organisasi harus menentukan
pengendalian risiko lebih lanjut sampai mencapai tingkat risiko terendah
·
Ketika
tingkat risiko yang dapat diterima tercapai, organisasi harus memastikan
pemantauan yang berkelanjutan untuk risikonya yg akan dilakukan
3.
Sebutkan
alat bantu / metodha dalam mengidentifikasi bahaya ?
Banyak alat
bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja.
Beberapa metode/tehnik tersebut :
·
Inspeksi
·
Pemantauan/survey
·
Audit
·
Kuesioner
·
Data-data
statistik
4.
Sebutkan
Hirarki Pengendalian Risiko ?
Hirarki Pengendalian Risiko antara lain:
- Eliminasi
Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses
berbahaya
- Substitusi
ü
Mengganti
bahan bentuk serbuk dengan bentuk pasta
ü
Proses
menyapu diganti dengan vakum
ü
Bahan
solvent diganti dengan bahan deterjen
ü
Proses
pengecatan spray diganti dengan pencelupan
- Rekayasa Teknik
ü
Pemasangan
alat pelindung mesin (mechin guarding)
ü
Pemasangan
general dan local ventilation
ü
Pemasangan
alat sensor otomatis
- Pengendalian Administratif
ü
Pemisahan
lokasi
ü
Pergantian
shift kerja
ü
Pembentukan
sistem kerja
ü
Pelatihan
karyawan
- Alat Pelindung Diri
ü
Helmet
ü
Safety
Shoes
ü
Ear
plug/muff
ü
Safety
goggles
Job Safety
analysis (JSA) adalah suatu metoda untuk meneliti potensi bahaya yang ada pada
setiap langkah pekerjaan, kemudian menentukan tindakan pengamanan yang tepat
sehingga bahaya yang ada dapat dihilangkan atau dikendalikan. Pelaksanaan JSA
harus dilakukan secara terencana bila perlu minta bantuan konsultan ahli K3 dan
bekerja sama dengan operator yang terlatih.
Manfaat JSA antara lain:
- Dapat menemukan bahaya fisis yang telah ada pada suatu pekerjaan dan sekaligus dapat menentukan metoda yang tepat untuk menghilangkan atau mengendalikan kondisi dan tindakan yang dapat membahayakan.
- Dapat menentukan jenis alat perlengkapan pengaman yang tepat sesuai jenis pekerjaan dan dapat untuk menentukan kwalifikasi petugas, seperti: kondisi kesehatan, ketrampilan atau kemampuan khusus yang diperlukan dll.
- Dapat memudahkan dalam merumuskan standar pelaksanaan pekerjaan yang selaras dengan tuntutan operasi yang efisien dan aman, termasuk instruksi, pendidikan dan pelatihan.
- Penerapan standar pekerjaan yang aman akan meyakinkan setiap tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya secara konsisten dan aman sehingga dapat bekerja lebih produktif.
- Rumusan rangkuman JSA dapat digunakan sebagai daftar periksa (check list) pada saat mengevaluasi kinerja K3 di tempat kerja.
- Menurunkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
- Setiap bahaya yang muncul dapat diidentifikasikan dan perusahaan menetapkan pengendalian risiko, sehingga apabila penerapannya terkendali, maka hal tersebut dapat menurunkan kecelakaan.
- JSA dapat membantu penyelidikan kecelakaan.
- Apabila suatu kecelakaan terjadi pada suatu pekerjaan yang telah dianalisis, maka dengan menggunakan hasil analisis tersebut, perusahaan dapat mengetahui penyebab timbulnya kecelakaan serta menetapkan perbaikan yang diperlukan. Apabila terdapat bahaya yang belum teridentifikasi, dengan JSA ini dapat diketahui.
- JSA dapat diintegrasikan ke dalam sistem mutu dan fungsi produksi pada waktu yang bersamaan.
Manfaat JSA
bagi setiap pekerja :
- Menjalankan komitmen perusahaan di bidang K3.
- Memastikan prosedur kerja yang dilakukan adalah prosedur kerja aman.
- Prosedur kerja yang dilakukannya merupakan prosedur kerja yang konsisten. Jika seseorang pekerja dipindahkan ke bagian lain/keluar dari tempat kerja/meninggal dunia, maka pekerjaan yang dilakukan tetap berjalan konsisten.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar