Jumat, 05 April 2013

5 Faktor Penyebab PAK

Bahkan dari pekerjaan sederhana ini bisa dikelilingi oleh berbagai jenis hazard : kebisingan, getaran,ergonomi, debu, etc

Sudah disinggung dalam tulisan saya sebelumnya mengenai Penyakit Akibat Kerja (PAK), bahwa ada beberapa faktor penyebab PAK yang diakibatkan oleh berbagai macam potensi bahaya (hazard) yang ada di lingkungan kerja. Tentu saja hazard yang ada sangat banyak, tergantung pada pajanan bahan yang digunakan dalam proses kerja, lingkungan kerja ataupun cara kerja.
Pada umumnya hazard yang menjadi faktor penyebab dapat dikelompokkan dalam 5 golongan yaitu :
A. Golongan fisik
Di lihat dari golongan fisik penyakit akibat kerja dapat di sebabkan , antara lain :
1. Kebisingan : ini adalah contoh hazard fisik yang sering ditemui di lapangan kerja.  Kebisingan ini  dapat menyebabkan penurunan pendengaran dan gejala lain di luar sistem pendengaran seperti misalnya tekanan darah naik.
2. Getaran mekanik (vibration) : pajanan getaran yang berlebihan dan terus menerus akan menyebabkan kelainan pada otot,urat, tulang, atau syaraf tepi. Kebanyakan terjadi pada bagian tangan atau lengan.
3. Suhu : Temperatur yang sangat tinggi akan menyebabkan heat stoke/exhaust, sedangkan temperature yang sangat rendah akan menimbulkan frostbite(luka dan kulit melepuh) dan chilblain (rasa nyeri pada tangan dan kaki).
4. Penerangan (illumination) : Penerangan di tempat kerja yang tidak mencukupi standar akan membuat mata cepat lelah ketika membaca atau ketika berada di depan komputer sehingga akan menggangu penglihatan
5. Radiasi elektromagnetik : pajanan radiasi yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada jaringan kulit, syaraf, bahkan pembentukan sel darah.
6. Tekanan Udara: tekanan udara yang bertambah atau berkurang dari 1 atm akan menimbulkan penyakit dekompresi seperti yang dialami oleh para penyelam
B. Golongan Kimia
Semua bahan kimia yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas, larutan, awan atau kabut.Terdapat ribuan jenis bahan kimia yang digunakan dalam berbagai industri. Dari hazard kimia ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti gatal gatal di kulit karena alergi terhadap bahan kimia  yang digunakan sampai gangguan kesehatan yang serius, sebagai contoh  keganasan/kanker sel darah putih (leukemia) karena terpapar pelarut organik benzena.
C. Golongan biologis
Yang termasuk hazard biologis dalam hal ini adalah virus, bakteri, jamur, serangga, parasit, cacing dan binatang yang dapat ditemui selama bekerja. Para pekerja kesehatan (dokter, perawat atau tenaga laboratorium ) justru yang sering terancam dari hazard biologis ini, karena beresiko tertular bakteri/virus yang berasal dari darah atau cairan tubuh lain dari pasien ( misal Hepatitis B atau HIV/AIDS) .
D. Golongan fisiologis/ergonomi
Cara kerja, penataan tempat kerja,  desain tempat kerja, beban kerja dan posisi kerja yang tidak benar  pada saat bekerja merupakan hazard dari golongan ini. Kasus yang  sering ditemui adalah bila pada saat bekerja mengangkat beban berat dengan posisi salah dapat menyebabkan sakit pinggang (Low Back Pain),spasme otot atau bahkan cedera punggung.
E. Golongan psikososial
Besarnya tuntutan pekerjaan,kerja yang selalu monoton,  hubungan kerja yang kurang baik, upah tidak sesuai, tempat kerja yang terpencil dan jaminan masa depan yang meragukan dapat menyebabkan stress kerja yang sudah pernah  saya bahas dalam artikel saya sebelumnya.
Dengan banyaknya potensi bahaya yang bisa kita temui di lapangan kerja, maka  diperlukan berbagai usaha pengendalian pajanan agar para pekerja terlindung dari dampak buruk aneka hazard terhadap kesehatan pekerja sehingga produktivitas tetap terjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar