Bahkan dari pekerjaan sederhana ini bisa dikelilingi oleh berbagai jenis hazard : kebisingan, getaran,ergonomi, debu, etc
Sudah
disinggung dalam tulisan saya sebelumnya mengenai Penyakit Akibat Kerja (PAK),
bahwa ada beberapa faktor penyebab PAK yang diakibatkan oleh berbagai macam
potensi bahaya (hazard) yang ada di lingkungan
kerja. Tentu saja hazard yang ada sangat banyak,
tergantung pada pajanan bahan yang digunakan dalam proses kerja, lingkungan
kerja ataupun cara kerja.
Pada
umumnya hazard yang menjadi faktor penyebab
dapat dikelompokkan dalam 5 golongan yaitu :
A. Golongan fisik
Di
lihat dari golongan fisik penyakit akibat kerja dapat di sebabkan , antara lain
:
1. Kebisingan : ini adalah contoh hazard
fisik yang sering ditemui di lapangan kerja. Kebisingan ini dapat
menyebabkan penurunan pendengaran dan gejala lain di luar sistem pendengaran
seperti misalnya tekanan darah naik.
2. Getaran mekanik (vibration) : pajanan getaran yang
berlebihan dan terus menerus akan menyebabkan kelainan pada otot,urat, tulang,
atau syaraf tepi. Kebanyakan terjadi pada bagian tangan atau lengan.
3. Suhu : Temperatur yang sangat tinggi akan
menyebabkan heat stoke/exhaust, sedangkan temperature
yang sangat rendah akan menimbulkan frostbite(luka dan kulit
melepuh) dan chilblain (rasa nyeri pada tangan dan kaki).
4. Penerangan (illumination) : Penerangan di
tempat kerja yang tidak mencukupi standar akan membuat mata cepat lelah ketika
membaca atau ketika berada di depan komputer sehingga akan menggangu
penglihatan
5. Radiasi elektromagnetik : pajanan radiasi yang
berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada jaringan kulit, syaraf, bahkan
pembentukan sel darah.
6. Tekanan Udara: tekanan udara yang bertambah atau
berkurang dari 1 atm akan menimbulkan penyakit dekompresi seperti yang dialami
oleh para penyelam
B. Golongan Kimia
Semua
bahan kimia yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang terdapat dalam
lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas, larutan, awan atau
kabut.Terdapat ribuan jenis bahan kimia yang digunakan dalam berbagai industri.
Dari hazard kimia ini dapat menyebabkan
gangguan kesehatan ringan seperti gatal gatal di kulit karena alergi terhadap
bahan kimia yang digunakan sampai gangguan kesehatan yang serius, sebagai
contoh keganasan/kanker sel darah putih (leukemia)
karena terpapar pelarut organik benzena.
C. Golongan biologis
Yang termasuk hazard biologis dalam hal
ini adalah virus, bakteri, jamur, serangga, parasit, cacing dan binatang yang
dapat ditemui selama bekerja. Para pekerja kesehatan (dokter, perawat atau
tenaga laboratorium ) justru yang sering terancam dari hazard biologis ini, karena
beresiko tertular bakteri/virus yang berasal dari darah atau cairan tubuh lain
dari pasien ( misal Hepatitis B atau HIV/AIDS) .
D. Golongan fisiologis/ergonomi
Cara
kerja, penataan tempat kerja, desain tempat kerja, beban
kerja dan posisi kerja yang tidak benar pada saat bekerja merupakan hazard
dari golongan ini. Kasus yang sering ditemui adalah bila pada saat
bekerja mengangkat beban berat dengan posisi salah dapat menyebabkan sakit
pinggang (Low Back Pain),spasme otot atau bahkan cedera
punggung.
E.
Golongan psikososial
Besarnya tuntutan pekerjaan,kerja yang
selalu monoton, hubungan kerja yang kurang baik, upah tidak sesuai,
tempat kerja yang terpencil dan jaminan masa depan yang meragukan dapat
menyebabkan stress kerja yang sudah pernah saya bahas dalam artikel saya
sebelumnya.
Dengan
banyaknya potensi bahaya yang bisa kita temui di lapangan kerja, maka
diperlukan berbagai usaha pengendalian pajanan agar para pekerja
terlindung dari dampak buruk aneka hazard terhadap kesehatan pekerja sehingga
produktivitas tetap terjaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar