Kamis, 30 Mei 2013

HTTS "Hari Tanpa Tembakau Sedunia" Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret





31 Mei. Ada apa dengan 31 Mei? Ada hari besarkah di tanggal itu? Tik tok tik tok. Yap, Anda benar. 31 Mei adalah peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berawal di tahun 1987, WHO menentukan satu hari sebagai “hari tidak merokok sedunia”. Sejak saat itu, WHO senantiasa mendukung keberlangsungan HTTS melalui berbagai tema khusus terkait tembakau yang selalu berganti setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2008, WHO menyeru kepada dunia untuk melarang semua bentuk iklan, promosi dan sponsor tembakau. Adanya peringatan HTTS bertujuan untuk senantiasa membuka mata dunia akan bahaya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Meski awalnya gerakan HTTS hanya menyerukan kepada para perokok untuk tidak merokok secara serentak selama 24 jam di hari peringatannya, kini HTTS diharapkan dapat menjadi momentum yang dapat menginisiasi kesadaran warga dunia untuk berhenti merokok. Make everyday is No Tobacco Day. Tema HTTS yang diambil WHO di tahun 2013 ini sangat mempersuasif warga dunia untuk meniadakan rokok dalam kehidupannya.
Berbicara tentang rokok, pernahkah Anda merasa sebal ketika menikmati makan siang di kantin dan tiba – tiba beterbangan asap rokok di sekitar Anda? Atau pernahkah Anda merasa kesal karena tiba – tiba aroma rokok menyergap saat Anda dan teman – teman sedang asik menikmati sebuah pertandingan olahraga? Hmmmm...atau mungkin Anda juga menjadi uring – uringan karena tidak kuasa dengan orang yang tanpa merasa bersalah mengepulkan asap beraroma rokok yang merusak sore Anda? Oke. Hampir semua orang akan mengeluh dan merasa terusik kenyamanannya ketika pada beberapa tempat harus berkenaan dengan aroma ataupun asap rokok. Merokok adalah hak bagi semua orang, tetapi dapat menghirup udara bersih tanpa kontaminasi asap rokok juga hak bagi yang lain.
Hanyalah sebatang gulungan tembakau. Tak ada yang istimewa. Secara kasat mata, tak akan tampak bahwa gulungan tembakau itu suatu ketika akan dapat mengundang berbagai hal yang tak pernah diharapkan. Dampak buruk akibat isapan demi isapan sebatang gulungan tembakau itu, baik dalam aspek kesehatan, sosial dan ekonomi. Satu batang rokok terdapat lebih kurang 4000 jenis bahan kimia, 40 persen diantaranya beracun. Bahan kimia yang paling berbahaya terutama nikotin, tar, hidrokarbon, karbon monoksida, dan logam berat dalam asap rokok (Kusmana, 2002). Merokok berarti adalah siap dengan risiko untuk mendapat penyakit seperti kanker paru-paru, karsinoma esofagus, penyakit jantung iskemik, penyakit pembuluh darah perifer, kanker kandung kermih, peningkatan jumlah sperma yang abnormal serta dapat timbul masalah ingatan (Kumar, 2002). Dalam aspek ekonomi, meskipun dalam beberapa hal, perindustrian rokok turut menopang perekonomian negara, tapi sungguh, hal yang tampak menguntungkan itu tak akan mampu menutupi dampak buruknya. Merokok memerosotkan daya kerja penduduk dan menyebabkan kerugian di sektor ekonomi. Sedangkan dalam aspek sosial, dampak yang timbul akibat merokok berkaitan dengan sebuah laporan WHO yang menyatakan bahwa perokok pasif akan lebih mendapatkan dampak buruk akibat asap rokok daripada perokok aktif.
Dan inilah saatnya untuk kembali membangunkan kesadaran yang sudah lama terlelap. Make everyday is No Tobacco Day. Peringatan HTTS 2013 sebagai momentum untuk meniadakan rokok dalam kehidupan. 31 Mei 2013. BEM FK UNS bersama seluruh UKM HMP se-FK UNS melakukan sebuah aksi nyata sebagai gerakan yang menginisiasi terwujudnya kampus bebas rokok. Orasi, penulisan testimoni serta petisi atau pembubuhan tanda tangan dan NIM mahasiswa FK sebagai bentuk dukungan. Aksi yang dilakukan di 3 kampus FK secara serentak ini mengajak seluruh mahasiswa untuk turut berpartisipasi dalam langkah nyata yang akan menjadikan Fakultas Kedokteran sebagai kampus yang melek akan berbagai dampak buruk merokok. Sebagai Agent of Health, inilah saatnya untuk membuktikan peran aktif kita dalam mewujudkan FK bebas rokok. So, don’t miss it ( /alifa )