Tubuh
manusia yang demikian lemah ketika baru saja bangun dari tidur dapat
mendorong manusia untuk berpikir: setiap pagi ia harus membasuh muka dan
menggosok gigi. Sadar akan hal ini, ia pun merenungkan tentang
kelemahan-kelemahannya yang lain. Keharusannya untuk mandi setiap hari,
penampilannya yang akan terlihat mengerikan jika tubuhnya tidak ditutupi
oleh kulit ari, dan ketidakmampuannya menahan rasa kantuk, lapar dan
dahaga, semuanya adalah bukti-bukti tentang kelemahan dirinya.
Bagi
orang yang telah berusia lanjut, bayangan dirinya di dalam cermin dapat
memunculkan beragam pikiran dalam benaknya. Ketika menginjak usia dua
dekade dari masa hidupnya, tanda-tanda proses penuaan telah terlihat di
wajahya. Di usia yang ketigapuluhan, lipatan-lipatan kulit mulai
kelihatan di bawah kelopak mata dan di sekitar mulutnya, kulitnya tidak
lagi mulus sebagaimana sebelumnya, perubahan bentuk fisik terlihat di
sebagian besar tubuhnya. Ketika memasuki usia yang semakin senja,
rambutnya memutih dan tangannya menjadi rapuh.
Bagi orang yang
berpikir tentang hal ini, usia senja adalah peristiwa yang paling nyata
yang menunjukkan sifat fana dari kehidupan dunia dan mencegahnya dari
kecintaan dan kerakusan akan dunia. Orang yang memasuki usia tua
memahami bahwa detik-detik menuju kematian telah dekat. Jasadnya
mengalami proses penuaan dan sedang dalam proses meninggalkan dunia ini.
Tubuhnya sedikit demi sedikit mulai melemah kendatipun ruhnya tidaklah
berubah menjadi tua. Sebagian besar manusia sangat terpukau oleh
ketampanan atau merasa rendah dikarenakan keburukan wajah mereka semasa
masih muda. Pada umumnya, manusia yang dahulunya berwajah tampan ataupun
cantik bersikap arogan, sebaliknya yang di masa lalu berwajah tidak
menarik merasa rendah diri dan tidak bahagia. Proses penuaan adalah
bukti nyata yang menunjukkan sifat sementara dari kecantikan atau
keburukan penampilan seseorang. Sehingga dapat diterima dan masuk akal
jika yang dinilai dan dibalas oleh Allah adalah akhlaq baik beserta
komitmen yang diperlihatkan seseorang kepada Allah.
Setiap saat
ketika menghadapi segala kelemahannya manusia berpikir bahwa
satu-satunya Zat Yang Maha Sempurna dan Maha Besar serta jauh dari
segala ketidaksempurnaan adalah Allah, dan iapun mengagungkan kebesaran
Allah. Allah menciptakan setiap kelemahan manusia dengan sebuah tujuan
ataupun makna. Termasuk dalam tujuan ini adalah agar manusia tidak
terlalu cinta kepada kehidupan dunia, dan tidak terpedaya dengan segala
yang mereka punyai dalam kehidupan dunia. Seseorang yang mampu memahami
hal ini dengan berpikir akan mendambakan agar Allah menciptakan dirinya
di akhirat kelak bebas dari segala kelemahan.
Segala kelemahan
manusia mengingatkan akan satu hal yang menarik untuk direnungkan:
tanaman mawar yang muncul dan tumbuh dari tanah yang hitam ternyata
memiliki bau yang demikian harum. Sebaliknya, bau yang sangat tidak
sedap muncul dari orang yang tidak merawat tubuhnya. Khususnya bagi
mereka yang sombong dan membanggakan diri, ini adalah sesuatu yang
seharusnya mereka pikirkan dan ambil pelajaran darinya.
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." QS Ar Ruum:54
"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah." Al Hajj: 5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar