Berjalan pelan dalam birin berdindingkan hilang
akal
Teraut bingung di wajah mencari celah
Celah untuk lolos dan lepas
Dari linglung dan tolol yang terus berkeliling
Disemua sisi, yang ada hanya adalah abu-abu
Jika tidak, maka itulah hitam
Terang belum, aku pun terus melangkah
Makin ku teruskan, semuanya makin buntu
Makin ku teruskan semuanya makin kelabu
Karena aku tidak membawa pelita
Semua yang ku tapaki terasa mengambang dan tak pasti
Api.. ya Api!
Yang kugenggam erat di kedua tanganku
Panas, perih dan mengoyak kulitku
Ini neraka kataku!
Ini jahanam!
Aku tersiksa oleh apa yang kubawa sendiri
Sayang, itu hanyalah peneranganku tanpa pelita
Dengannya aku tersiksa
Tanpanya aku tak berdaya
Dengannya aku merana
Tampanya aku hampa
Apakah kubiarkan api itu lepas mengembun
Hanya resah yang kurasakan
Biarkan, biarkan ia tetap menyala, berkobar!
Melumat kayu dan besi
Dalam ruang merah muda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar